Rabu, 22 Agustus 2007

TI dan Fungsi Bisnis

Jawaban Soal 2

Strategi Implementasi TI dalam meningkatkan kompetensi SDM di Perusahaan.

Keseharian persoalan SDM di Indonesia tidak lepas dari inti pokoknya yaitu kompetensi SDM. Kompetensi ini bisa meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku karyawan.

Manajemen SDM berbasis kompetensi merupakan salah satu konsep manajemen SDM yang mengaitkan aktivitas SDM didalam organisasi dengan kompetensi inti/dasar yang mau diunggulkan. Misalnya perusahaan ingin mengembangkan diri sebagai perusahaan IT khusus tekstil, maka perusahaan tersebut akan terus menerus mengembangkan kompetensi di bidang tekstil, mulai dari pencarian SDM, haruslah dicari mereka yang memiliki pengetahuan, keterampilan atau keahlian dibidang IT khusus tekstil, penelitian-penelitian IT difokuskan pada bidang tekstil.

Setiap langkah perusahaan untuk mengembangkan diri dapat dengan mudah ditiru oleh perusahaan lain sehingga tidak dipertahankan menjadi competitive advantage secara terus menerus. Tetapi sebaliknya SDM merupakan sumber keunggulan kompetitif yang potensial karena kompetensi yang dimilikinya berupa intelektualitas, sifat, keterampilan, karakter personal, serta proses intelektual yang kognitif, tidak dapat ditiru begitu saja oleh perusahaan lain. Tak ayal dalam lingkup industri tertentu diwarnai dengan bajak membajak SDM untuk memacu keunggulan kompetitif perusahaan.

Sangat pentingnya kontribusi SDM sebagai salah satu faktor pendukung kesuksesan perusahaan sangat disadari oleh para pimpinan puncak organisasi. Sehingga perusahaan dituntut untuk melakukan pengembangan berkesinambungan terhadap kuantitas dan kualitas stock pengetahuan melalui pelatihan kepada SDM atau merangsang SDM-nya agar learning by doing dalam sebuah semangat yang termaktub dalam learning organization. (Susanto A.B.)

Bagi Perusahaan modern, memiliki strategi bisnis saja tidak cukup untuk menghadapi persaingan dewasa ini. Strategi bisnis yang biasa dituangkan dalam dokumen atau cetak biru Business Plan harus pula dilengkapi dengan strategi teknologi informasi (IT Strategy).

Menurut Indrajit, Eko (2007) hal-hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan untuk menghasilkan sebuah IT Strategi yang baik mencakup tiga hal pokok :

  • Sistem Informasi, merupakan definisi secara jelas dan terperinci sehubungan jenis-jenis informasi apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan dan hal-hal yang berkaitan. (kecepatan proses pengolahan data menjadi informasi, cara menampilkan informasi, tingkatan detil informasi, volume transaksi informasi, penanggungjawab informasi dan lain-lain).
  • Teknologi Informasi, meliputi komponen-komponen perangkat keras (komputer, infrastruktur, alat komunikasi, dan lain-lain) dan perangkat lunak (aplikasi, sistem operasi, data base) yang harus tersedia untuk menghasilkan informasi yang telah didefinisikan.
  • Manajemen Informasi, menyangkut perangkat manusia (brainware) yang akan mengimplementasikan sistem informasi yang dibangun dan mengembangkan teknologi informasi sejalan dengan perkembangan perusahaan dimasa yang akan datang.

Semua strategi yang ada harus diimplementasikan. Untuk keperluan ini harus ditunjuk seseorang yang ber- tanggungjawab atas imlementasi semua rencana tersebut. Untuk perusahaan besar, biasanya akan ditunjuk seorang CIO (Chief Information Officer). CIO memilih orang-orang terbaik sebagai anggota team pengembangan teknologi informasi.

Implementasi teknologi informasi (TI) adalah suatu bentuk perubahan didalam perusahaan atau organisasi. Kita tidak biasa memisahkan persoalan teknis yang terkait dengan TI, dengan persoalan non teknis, seperti manajemen perubahan. Hal ini harus dipikirkan dan dicarikan solusinya secara komprehansif demi kesuksesan implementasi TI. Hanya saja pengalaman menunjukkan bahwa seringkali suatu proyek implementasi TI menganggap manajemen perubahan sebagai persoalan sekunder, sehingga tidak dipikirkan dengan baik. Seringkali perhatian yang sangat serius diberikan hanya pada aspek teknis TI. Hal inilah yang berpotensi menggagalkan proyek implementasinya di berbagai perusahaan atau organisasi. (Satria,Riri : 2004).

Dilihat dari karakteristik SDM, hal yang pertama kali dilihat oleh dunia industri adalah kompetensi SDM. Kemampuan berpikir secara terstruktur, kemampuan melakukan proses induksi dan deduksi, kemampuan memecahkan persoalan-persoalan logika, merupakan beberapa kompetensi utama yang harus dimiliki oleh seorang praktisi teknologi informasi. Jika kompetensi utama sudah didefinisikan, barulah langkah kedua berupa penentuan pengetahuan (knowledge) yang dibutuhkan oleh SDM untuk dapat mengejar target kompetensinya, misalnya pengetahuan akan pengambilan keputusan dengan menggunakan matematika logika, cara kerja komputer komputer masa kini, komponen-komponen data ware house, layer-layer utama dalam sistem operasi, komponen pengambilan keputusan dalam perusahaan, aspek decision suport system, dan lain sebagainya harus dkuasai betul oleh SDM yang bersangkutan. Barulah setelah kedua hal (kompetensi dan pengetahuan) yang bersifat sangat mendasar dan strategis (jangka panjang) ini, berhasil ditentukan, SDM diperlengkapi dengan keahlian atau skill tertentu sesuai dengan kemajuan jaman. Jika teknologi sekarang yang sedang menjadi trend adalah internet.

Langkanya SDM IT yang handal merupakan masalah utama di seluruh dunia. Kelangkaan ini disebabkan meledaknya bisnis yang berbasis IT (dan khususnya bisnis yang berbasis Internet). Amerika Serikat terpaksa memberikan H1 kepada ratusan ribu orang setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan SDM IT. Demikian juga di Jerman dan Inggris. Di Asia bahkan terjadi krisis SDM IT di Singapura dan termasuk di Indonesia. Indonesia tidak tinggal diam dalam menghadapi kelangkaan SDM IT ini. Di satu sisi dia merupakan bencana, tapi disisi lain dia merupakan peluang. Indonesia yang dikenal sebagai pengirim tenaga kerja buruh ke luar negeri sekarang memiliki potensi untuk mengirimkan skilled workers ke luar negeri. Ini merupakan peluang bagi para pekerja Indonesia. Meskipun demikian peluang ini harus dicermati karena setiap negara di dunia pun ingin menggunakan kesempatan ini.

Menjadi entitas bisnis berkinerja tinggi membutuhkan kerangka baru pemahaman yang menyeluruh, yang merangkaikan berbagai kemampuan dan berorientasi pada solusi praktis. Dalam konteks ini hasil studi menunjukkan perusahaan maju umumnya berevolusi dari birokrasi yang mengedepankan human relations ke tahap organisasi kompleks dengan menerapkan manajemen partisipatif menuju ke organisasi yang adaptif. Perusahaan terkemuka juga sangat memperhatikan aspek pengelolaan perubahan, memtivasi SDM dan melakukan aliansi.

Sejumlah perusahaan terbukti memiliki orang orang yang tepat, tim yang tepat, pimpinan yang berkomitmen kuat, serta standar kualitas dan disiplin kerja yang tinggi. Perusahaan yang berhasil tersebut memiliki sasaran dan prioritas yang jelas, kegiatan operasional yang berdisiplin tinggi, kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan, serta orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat dan menerapkan budaya perusahaan. Mereka yang sanggup mendorong SDM-nya agar termotivasi membangun dan memperkuat diri dalam menerapkan kemampuan praktis yang berorientasi pada solusi. Mereka sangat memahami bagaimana membangun iklim kerja yang bukan sekedar membari jawaban atas permasalahan, tetapi juga melontarkan pertanyaan untuk membuka kesempatan dialog dengan memanfaatkan informasi.

Sebagai salah satu contoh, di negeri jiran Malaysia, Petronas menjalankan program transformasi dengan sungguh-sungguh-bukannya sambil lalu-karena merasa ada tuntutan untuk itu. Di perusahaan ini proses penanganan perubahan dijalankan tidak sebagai kerja sampingan yang dilakukan paruh waktu, tetapi berupa penugasan khusus dengan pembentukan tim khusus. Orang-orang yang akan terkena dampak perubahan tidak diharapkan dapat mengubah diri sendiri tapi merupakan hasil dari bimbingan. Adapun proses perubahan dikelola di tingkat enterprise, yakni penanganan menyeluruh di tingkat perusahaan. Pengawasan dan pengendalian proses perubahan bukan diserahkan ke tingkat operasional, di masing-masing departemen ataupun tingkat divisi. Dengan gaya kepemimpinan yang berani menerapkan perubahan dan siap menghadapi setiap penolakan. Petronas membangun landasan yang kuat untuk ?memaksa? orang menerima perubahan.

Lalu apa yang bisa didapat dari penerapan transformasi di negara tetangga tersebut ?

Intinya perusahaan yang melaksanakan transformasi tidak hanya bisa bergantung pada manajemen, tapi juga mengandalkan kemampuan seluruh SDM serta memiliki dukungan TI yang sepadan. (swa)


Sumber Referensi :

Sudrajat, Sugianto.1988. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta : Karunika Universitas Terbuka, hal 917

Mathis, Robert. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Salemba Empat, buku 2 hal 313

Dwiridotjahjono, Jojok. 2006. Manajemen Usahawan Indonesia. Jakarta : Lembaga Manajemen FEUI, hal 37

Syofian Arif, Mirrian. 1986. Organisasi dan Manajemen. Jakarta : Karunika Universitas Terbuka.

Ginting, Eka. 2001. Pawang Dotcom di Indonesia. Tabloid Dotcom, Edisi 22 Thn II,

24 April – 7 Mei

Ardiansyah. 2002. Pengaruh Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Strategi Organisasi. Usahawan No. 09 Thn XXXI September

Purbo, Onno W. Alternative Teknologi Informasi Strategis Untuk Menunjang Pembangunan Indonesia. Institute Of Technology Bandung.

Armein Z. R. Langi. Pengembangan Sumber Daya Manusia Untuk Industri Teknologi Informasi Dan Software di BHVT. Institute Of Technology Bandung

……..Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia, Wikipedia Indonesia

……..2006. Bidang Teknologi Informasi Masih Menjanjikan. www.portalhr.com , Majalah Human capital No. 30 september

……. Sumber Daya Manusia Di Bidang Teknologi Informasi Belum Memadai. http://www.kompas.com/kompas-cetak/0306/07/jatim/351726.htm

Widardjo, Munin. 2002. Konsep Teknologi Informasi Bagi Industri Keuangan. 4 Februari

Rahardjo, Budi. 1999. Aplikasi Teknologi Informasi Bagi Industri Kecil Menengah. Institute Teknologi Bandung

……..1995. Memenangkan Bisnis Dengan Teknologi Informasi. Swa Sembada. Desember

……..2003. SDM TI Indonesia Lemah, Kurikulum Akan Dirombak. Detiknet. 22 Juli

Setiyadi, Mas Wigrantoro Roes. 2003. Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Penerapan Good Governance di Indonesia. 11 juni

Purbo, Onno W. Pembangunan SDM Berbasis Teknologi Informasi.

Institute Teknologi Bandung.

Rahardjo, Budi. 2000. Penyiapan SDM Dalam Era Teknologi Informasi. Institute Teknologi Bandung. Oktober

PT. Digital Nukleus Solusi. 2001. System Informasi Manajemen Terpadu Sumber

Daya Manusia.

……Aspek Internal Manajemen Dalam Pengembangan Dan Implementasi Teknologi Informasi Di Perusahaan.

Wahono, Romi Satria. 2006. Arah SDM TI : Dari Spesialis Ke Versatilis. Romisatriawahononet. 24 Februari

……. 2001. Perusahaan Dotcom Banyak Gulung Tikar. newsVOA.com.

……..PP 52 Tahun 2000 Disinsensif Bagi Industri Internet. www.hukumonline.com

Alvina, Sylvina, Sutanti, Susanti. 2005. Artikel Tentang Dotcom Boom.

Our team’s blog. 6 Februari

Susanto, A. B. 2006. Competency-Based HRM. The Jakarta Consulting Group :

Partner In Change.

Sofian, Jonathan. Peranan Dan Perkembangan Teknologi Informasi

Indrajit, Richardus Eko. Karakteristik Sumber Daya Manusia Di Bidang

Teknologi Informasi.

……. Makin Flat Organisasinya, Makin Tinggi TI-Nya. eBizzAsia

Witanto, Fenny. Carolina, Mey. Keuntungan Teknologi Informasi Strategi Pada Dunia Usaha (Perhotelan). STIE-MCE ABIS.

Rasyid, Rafdian. Kerjasama Strategis Sistem VSAT Dalam Teknologi Informasi Perusahaan I : Kasus Infokom.

Rasyid, Rafdian. Kerjasama Strategis Sistem VSAT Dalam Teknologi Informasi Perusahaan II : Kasus Infokom.

Talim, Banowati. 2003. Solusi Proaktif Permasalahan SDM di Indonesia. Pikiran Rakyat. Selasa, 11 Nopember

……1999. Tranparansi Industri TI. Media transparansi online edisi 7 Apr

Kuntari, Juni. 2004. Bertransformasi Dengan Kemampuan SDM dan Pemanfaatan TI (Bagian I). Swa Sembada Online. 20 Agustus

Kuntari, Juni. 2004. Bertransformasi Dengan Kemampuan SDM dan Pemanfaatan TI (Bagian II). Swa Sembada Online. 20 Agustus

Indrajit, Richardus Eko. Merancang Strategi Sitem Informasi.

Rahardjo, Budi. 2000. Penyiapan SDM Dalam Era Teknologi Informasi. Institute Teknologi Bandung. Oktober

Satria, Riri. 2004. Manajemen Perubahan Dan Implementasi TI. eBizzAsia. Volume II No. 15 – Maret

arimur@chickmail.com 2000. Wawancara Peluang Bisnis Multi Media. 21 Agustus

Amirullah, M. Oktaufik, M. 2000. Tantangan Dan Peluang Teknologi Industri : Sebuah Perspektif Manajemen Teknologi. Jurnal Ekonomi Dan Manajemen. Vol 1 No. 1, Juni, 31 – 39

Muawanah, Umi. 2000. Efektivitas Pengembangan Sistem Informasi: Model Integrative Keterlibatan Pemakai Sistem. Jurnal Ekonomi dan Manajemen. Vol 1, No. 2, Desember, 149 – 163.

Abdi, Zainal. 2006. Industri Telekomunikasi : Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi dan Kemajuan Bangsa. Jakarta.: Lembaga penerbit FEUI

Heryana, Ana. 2005. Pengaruh Teknologi Informasi Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia. Puslit informatika LIPI

Suyanto, M. 2005. Teknologi Informasi Untuk Bisnis. Yogyakarta : Andi Offset

……………. Teknologi Informasi. Wikipedia Indonesia

Basri, Jafar Ir., MSc. Sikap Dan Perubahan Fundamental Dalam Mengadopsi Kedayagunaan Sistem Informasi Berbasis Jejaring. Pasific Internet.

Jurnal Training Center : Media Komunikasi Pengembangan Sumber Daya Manusia Telekomunikasi. Edisi 68, Mei 2005

Suryanto, Dwi, Dr., Ph.D. Manajemen Sumber Daya Manusia, Perannya Dalam Mencapai Keunggulan Bersaing.. http://www.pemimpin-unggul.com

Tarumingkeng, C Rudy. Peran Strategis Manajemen Sumber Daya Manusia.

…………. 2006. Teori Z Manajemen Sumber Daya Manusia/ Karyawan/ Pegawai – Ilmu Manajemen SDM. Organisasi.Org Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia.


Tidak ada komentar: